RSS

masih mau bertahan???

Tidak sedikit orang yang sudah banyak menghafal Al-Qur’an, namun tidak sedikit juga orang yang masih terbata-bata untuk membacanya, yang tua sekalipun. Miris sekali rasanya.

Entah mau sampai kapan. Setiap ada kesempatan untuk belajar membaca Al-Qur’an, lebih lah dari 50 % yang diajak pasti jawabnya “belum siap”, entah mau sampai kapan. Mau sampai kapan kita bakal ketinggalan, tidak hanya ketinggalan dalam perkembangan teknologi maupun ilmu nya, namun juga tertinggal ruhiyahnya. Pantas saja negara ini ga maju-maju, masalah ibadah saja dikompromi, apalagi masalah akhlaknya.

Sebentar kita tengok negara-negara yang mungkin sama nasibnya, teknologinya tidak semaju negara adidaya. Namun mereka masih nomor satu di dalam ruhiyahnya, terdepan. Sebut saja negara-negara Islam di Timur Tengah. Kalau saja mereka mengulangi bacaan Al-Qur’annya, itu karena mereka masih memahami arti ayat yang dimaksud. Jangankan sampai ke memahami makna dari setiap ayat, mungkin sebagian besar dari kita mengulangi bacaan Al-Qur’an itu karena masih salah dalam bacaannya, belum sampai artinya.

Kalau kata Imam Ghazali, salah satu penghambat dalam memahami makna dari ayat Al-Qur’an adalah karena kita masih melulu konsen terhadap cara membaca yang baik dan benar, alias membaca dengan tartil dan  memperhatikan tajwidnya. Nah mungkin masih di sini lah kita, tidak semua, tapi sebagian besar. Padahal, sudah menjadoi rahasia umum kalau makna yang terkandung di dalam setiap untai firman-firman Allah tersebut sangat agung, sangat indah, sangat menakjubkan. Makanya tidak heran kalau banyak ilmuwan non muslim yang mempelajarinya, pada akhirnya masuk islam. Karena kebenaran lah yang mereka dapatkan di dalam mempelajarinya.

Lalu, kita? Masih mau bertahan? Masih mau bertahan di sini saja? No wonder, kalau kata Aa Gym, mulai dari diri sendiri, mulai dari hal yang terkecil, dan mulai dari sekarang, yuk kita sama-sama belajar gimana membaca  Al-Qur’an yang baik dan benar mulai dari sekarang.

 
Leave a comment

Posted by pada 14 April 2012 in motivasi, renungan

 

Kaitkata: , , ,

semua serba spontan

Ngemil, sambil baca buku, you’re a right hand man, al hasil, ngemil pun menggunakan tangan kiri.

Makan snack, sambil ngerjain tugas, pake ngetik, tangan kanan kamu yang berfungsi dan bisa dipakai untuk ngetik, al hasil, kamu pun makan pakai tangan kiri.

Minum, sambil baca komik, tangan kanan mu sibuk megang komik, al hasil juga, tangan kiri mu lah yang bekerja mengambil gelas dan memasukkan air didalamnya ke mulutmu.

Yap itu semua serba spontan, bahwa ternyata tangan yang kamu gunakan untuk minum dan makan adalah tangan kiri. Dan mungkin masih banyak lagi hal lain yang seharusnya kita menggunakan tangan kanan kita untuk hal-hal yang baik, tanpa sadar kita malah menggunakan tangan kiri kita. Semua memang tanpa disadari, karena tangan kanan mungkin sedang dalam keadaan sibuk, atau entah disibukkan. Hal ini mungkin sering banget terjadi sama yang seneng ngelakuin multitasking, alias ngelakuin banyak hal di waktu yang bersamaan.

Mungkin ini hal yang sepele, namun, bukan kah Rasul pun memerintahkan kita untuk menggunakan tangan kanan untuk semua hal yang baik agar menimbulkan efek psikis yang baik? Seperti pada hadits yang diriwayatkan oleh Muslim “Jika salah seorang dari kalian akan makan, hendaknya makan dengan tangan kanan. Dan apabila ingin minum, hendaknya minum dengan tangan kanan. Sesungguhnya setan makan dengan tangan kirinya” (HR Muslim), nah lhoh, mau jadi temennya setan? Enggak kan? Makanya yuk kita budayakan menggunakan tangan kanan kita, untuk hal yang baik-baik, jangan lupa berdoa, biar semua yang kita lakukan barakah :) )

 
Leave a comment

Posted by pada 1 April 2012 in renungan

 

Kaitkata: , , , , , , , ,

Adakalanya Kita Harus Menerima Bahwa Kita Memang Sedikit

Reblogged from Majelis Ta'lim Salman ITB:

Hanya dua ekor kuda ditambah tujuh puluh ekor unta yang mereka miliki. Satu ekor bisa dinaiki dua sampai tiga orang dari mereka. Sedang yang lain melenggang kaki, berjalan biasa tanpa kendaraan satu pun. Dengan perbekalan seadanya saja, namun semangat mereka jauh dari seadanya. Termasuk juga Ukasyah, salah satu dari mereka yang hanya membawa pedang dari kayu akar pohon pemberian Rasulullah. Tak ada gentar baginya, kayu tersebut disandang dengan penuh kebanggan untuk dapat membela kaum muslimin.

Read more… 869 more words

Karena sesungguhnya, kuantitas tidak berbanding lurus dengan kualitas
 
Leave a comment

Posted by pada 31 Maret 2012 in Uncategorized

 

Mari Mengenal HIV/AIDS

Reblogged from Apoteker Bercerita:

Click to visit the original post

Pasti anda sudah sering mendengar tentang penyakit AIDS! AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) , di mata masyarakat mungkin penyakit yang menakutkan. Ya menakutkan, namun yang harus disadari adalah, walaupun menakutkan bukan berarti kita harus menghindari penderita AIDS, atau yang dikenal dengan ODHA (Orang Dengan HIV AIDS). AIDS yang mengakibatkan menurunnya sistem imun, diakibatkan oleh terinfeksinya penderita oleh virus yang dikenal sebagai HIV (Human Immunodeficiency Virus).

Read more… 761 more words

yang sudah meng-endemi, mari kenali
 
Leave a comment

Posted by pada 29 Maret 2012 in Uncategorized

 

yeah, i’m possible

 - Nothing is impossible -

Kata “impossible” aja percaya kalau “I’m possible”, masak kamu engga? :)

Baiklah kawan, mari kita buka lingkaran setan yang membelenggu mindset kita bahwa terkadang kita mengerdilkan diri kita sendiri. Sering kita berkata, “aduh gimana ya?”, atau “Wah, mana bisa saya?”. Sejujur-jujurnya saja, pasti dalam hati kecil atau bahkan hati yang paling dalam, mereka berteriak “Ayo lah dicoba, kamu pasti bisa, ini kesempatan lhoh buat kamu belajar!”. That’s the man, meskipun dibilang oportunis, tapi oportunis sedikit boleh lah ya, itu mah penilaian manusia, jangan terlalu dijadikan beban.

Jadi ingat pesan seorang sahabat, bahwa “amanah itu tidak boleh diminta, tidak boleh juga ditolak. bukan urusan amanah itu berat atau tidak, melainkan pembelajaran yang bisa kita dapatkan. Seringkali takdir berlainan dengan rencana kita, tapi percaya lah ketika kita ikhlas menjalaninya semata-mata hanya karena Allah, cerita takdir-Nya tentu akan lebih indah dibanding cerita kita”. Karena, saya yakin kalau amanah itu telah dipilihkan oleh Allah untuk kita. Kalau Allah telah memberikan jalan untuk kita belajar, mengapa kita menolaknya? Bukannya Allah juga sudah pernah bilang bahwa Allah tidak akan memberikan ujian yang lain sebelum satu ujian terlampaui dengan sukses? Nah lho, kalau kita terus-terusan menolaknya, kapan kita belajar hal yang lain?

Intinya mah, pada dasarnya sebenarnya kita pasti mampu kok melewati ini semua. Bahkan untuk melewati satu detik waktu ini pun juga sebuah ujian, sebuah masalah. Karena Allah telah memilih pundak kita untuk memikul “sesuatu” itu, maka yakinlah, “kun fayakun”, tidak ada yang mustahil jika Allah telah berkehendak.

Impossible? Ga yakin? Itu cuma benteng di pikiranmu kawan, hancurkan benteng itu dengan keyakinan. -Because I’m Possible-

 
Leave a comment

Posted by pada 26 Maret 2012 in bergerak, manfaat, motivasi, semangat

 

Kaitkata: , ,